Sabtu, 10 November 2012

Manajemen Risiko

Pada blog saya kali ini, saya akan membahas tentang Manajemen Risiko (Management risk)... Sebelum membahas lebih lanjut tentang manajemen risiko, kita harus tahu dulu apa itu manajemen risiko. Hmmm... ada beberapa para ahli yang memberikan pendapatnya tentang pengertian manajemen risiko. Menurut Smith (1990) Manajemen Risiko didefinisikan sebagai proses identifikasi, pengukuran, dan kontrol keuangan dari sebuah resiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut. Sedangkan Menurut Australia/New Zealand Standards (1999), Manajemen risiko merupakan suatu proses yang logis dan sistematis dalam mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi, mengendalikan, mengawasi, dan mengkomunikasikan risiko yang berhubungan dengan segala aktivitas, fungsi atau proses dengan tujuan perusahaan mampu meminimasi kerugian dan memaksimumkan kesempatan. Jadi, Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur / metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk : Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan / pengelolaan sumberdaya.
Dalam perkembangannya risiko – risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi :
  • Risiko Operasional oleh Basel II didefinisikan sebagai suatu risiko kerugian yang disebabkan karena tak berjalannya atau gagalnya proses internal, manusia dan sistem, serta oleh peristiwa eksternal.
  • Risiko Hazard (bahaya) adalah sesuatu yang dapat menyebabkan cedera pada manusia atau kerusakan pada alat atau lingkungan.
  • Risiko Finansial adalah segala macam risiko yang berkaitan dengan keuangan, biasanya diperbandingkan dengan risiko non keuangan, seperti risiko operasional. Jenis risiko keuangan misalnya adalah risiko nilai tukar, risiko suku bunga, dan risiko likuiditas.
  • Risiko Strategik adalah sebagai risiko yang di akibatkan penetapan strategi serta implementasi dari strategi tersebut yang keliru atau kurang memadai karena tidak sesuai dengan lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management).
Proses Manajemen Risiko, adalah sebagai berikut :
  1. identifikasi risiko, 
  2. penilaian risiko, 
  3. mitigas, 
  4. monitoring, dan 
  5. evaluasi.
Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :
  • Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Risiko spekulatif kadang - kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis (business risk).
  • Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa - apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran. Risiko murni kadang – kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan (insurable risk ).
Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.
            Sumber risiko adalah sebagai berikut :
  • Risiko Sosial
Sumber pertama risiko adalah masyarakat, artinya tindakan orang-orang menciptakan kejadian yang menyebabkan penyimpangan yang merugikan dari harapan kita. Contohnya: Dengan berkembangnya toko-toko swalayan, maka tokowan menghadapi risiko besarnya pencurian (shoplifting). Akan tetapi tidak semua pencuri itu adalah orang luar melainan juga penggelapan dan penyalahgunaan oleh pegawainya sendiri.
  • Risiko Fisik
Ada banyak risiko fisik yang sebagiannya adalah fenomena alam, sedangkan lainnya disebabkan kesalahan manusia. Contohnya antara lain:
Kebakaran, kebakaran adalah penyebab utama cidera, kematian dan kerusakan harta.
Tanah longsor, telah umum menjadi sumber kerusakan harta. Semakin padatnya daerah kota maka semakin banyak rumah dibangun diatas tanah yang labil.
  • Risiko Ekonomi
Banyak risiko yang dihadapi perusahaan itu bersifat ekonomi.contoh - contoh risiko ekonomi adalah inflasi, fluktuasi local, dan ketidakstabilan perusahaan individu, dan sebagainya.
            Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan manajemen risiko antara lain (Mok et al., 1996). Berguna untuk mengambil keputusan dalam menangani masalah - masalah yang rumit.
  • Memudahkan estimasi biaya. 
  • Memberikan pendapat dan intuisi dalam pembuatan keputusan yang dihasilkan dalam cara yang benar.
  • Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk menghadapi resiko dan ketidakpastian dalam keadaan yang nyata.
  • Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk memutuskan berapa banyak informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah.
  • Meningkatkan pendekatan sistematis dan logika untuk membuat keputusan.
  • Menyediakan pedoman untuk membantu perumusan masalah.
  • Memungkinkan analisa yang cermat dari pilihan-pilihan alternatif.



Referensi :

Minggu, 07 Oktober 2012

Prinsip - prinsip Investasi


Pada tulisan blog saya kali ini,, saya akan membahas tentang “ Prinsip – prinsip Investasi (Investment Principles)”. Tapi sebelumnya apa itu investasi??? Investasi disebut juga dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal yang merupakan komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Jadi, investasi adalah sebagai pengeluaran atau perbelanjaan penanam - penanaman modal atau perusahaan untuk membeli barang - barang modal dan perlengkapan - perlengkapan untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa - jasa yang tersedia dalam perekonomian.
Investasi memiliki tujuan awal dalam perencanaan keuangan misalnya menabung dan akumulasi dana hari tua atau dana pendidikan. Selain itu, investasi juga memiliki risiko. Risiko investasi dapat di definisikan sebagai suatu kemungkinan dimana hasil investasi yang sebenarnya (actual return), tidak sama dengan yang diharapkan.
Tipe – tipe risiko dibagi menjadi 2, yaitu :
  • Risiko sistematik (systematic risk) atau risiko yang tidak bisa didiversifikasi (non diversifiable risk) adalah risiko yang dipengaruhi oleh faktor – faktor seperti perubahan ekonomi, politik, sosiologi, perang, inflasi, dan kejadian – kejadian internasional yang mana tingkat risiko tersebut tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi portofolio.
  • Risiko non sistematik (unsystematic risk) atau risiko yang bisa didiversifikasi (diversifiable risk). Faktor pembentukan risiko ini adalah kapasitas management, mogok tenaga kerja, kecenderungan konsumen (consumer preferences).
Likuiditas (liquidity) dan daya jual (marketability) memiliki perbedaan, yaitu : Aset likuid (liquid assets) bisa tidak mempunyai pasar (misalnya : kita tidak bisa menjual sebuah cek atau sebuah rekening tabungan – saving account). Sedangkan Daya jual (marketability) mengacu kepada kemampuan untuk menjual sebuah aset dengan cepat dalam suatu pasar yang telah siap tapi tidak ada garansi bahwa aset tersebut akan bisa di jual pada harga jual yang wajar (selling price).
Faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat toleransi risiko investor, adalah sebagai berikut :
  • Tujuan yang spesifik (specific goals),
  • Jangka waktu (time frame),
  • Pengetahuan tentang investasi (investment knowledge),
  • Kepribadian (personality),
  • Kondisi pasar terkini (current market conditions),
  • Kondisi keuangan terkini (current financial conditions),
  • Faktor umur (age), dan
  • Pendapat atas investasi (investment advise).
Hasil investasi (investment return) dapat berupa : Peningkatan atas modal (capital appreciation), investor menitikberatkan pada periode waktu tertentu (jangka pendek – kurang dari 1 sampai 3 tahun , jangka menengah – antara 3 sampai 7 tahun , dan jangka panjang – lebih dari 7 tahun) ; Pendapatan (income), investor menitikberatkan pada apresiasi atau pertumbuhan modal dan memilih pendapatan berjalan seperti dividen, bunga, pembayaran sewa ; Peningkatan modal dan pendapatan, investor menginginkan gabungan dari keduanya, seperti peningkatan modal sekaligus pendapatan.
Kita harus mengetahui Konsep lokasi aset dan diversifikasi. Dalam pendekatan alokasi aset memiliki 2 metode, yaitu :
  • Strategi alokasi aset, adalah metode alokasi yang berfokus pada jangkauan objektivitas yang panjang untuk menetapkan perpaduan berbagai macam jenis aset.
  • Alokasi aset taktis, adalah metode pendekatan yang menggunakan perkiraan arah pergerakan pasar untuk merubah komposisi aset dalam portofolio. Kita harus memperhatikan jenis – jenis korelasi portofolio (korelasi positif dan korelasi negatif) dan tingkat toleransi risiko yang di tanggung (rendah, menengah, dan tinggi).
            Selain itu, kita harus memahami metode analisa investasi. Pendekatan – pendekatannya ada 2 kelompok besar, yaitu :
  • Analisa teknis, harga pergerakan index atau benchmark, volume transaksi, indikator – indikator perhitungan statistik, pola – pola pergerakan harga yang terbentuk di masa lalu,
  • Analisa fundamental, mengevaluasi tingkat suku bunga, produksi nasional bruto, inflasi, tingkat pengangguran, cadangan barang dipasar, kondisi ekonomi makro dan mikro, dsb. Dari analisa fundamental ada dua pendekatan yaitu analisa atas-bawah & analisa bawah-atas.
Dan yang terakhir yang harus dipahami adalah Nilai Intristik. Nilai intrinsik adalah perkiraan nilai dasar satu sekuritas. Sebuah saham dikatakan penilaian rendah apabila nilai intristik dari saham tersebut lebih besar dari nilai atau harga pasar saham saat ini. Kondisi seperti ini memberikan prospek yang bagus untuk dibeli dan ditahan hingga harga pasar mendekati wajar atau harga dasar saham tersebut. Apabila nilai intristik lebih lebih rendah, disebut kondisi penilaian berlebih, cenderung akan mengalami tekanan jual dalam waktu dekat dimana pasar akan berusaha membawa harga pasar yang ada sekarang untuk mendekati harga wajar dari saham itu.

Referensi :
Modul1-Fundamental of Financial Planning.

Kamis, 19 April 2012

Kiat - kiat memilih investasi

Pada tulisan blog saya kali ini,, saya akan membahas tentang kiat – kiat memilih investasi. Tapi sebelumnya apa itu investasi???? Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Selain itu, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Tetapi berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi).
Cara meningkatkan penghasilan dan memaksimalkan financial adalah dengan cara berinvestasi. Investasi apakah yang tepat untuk Anda? Investasi tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang memiliki banyak uang. Bagi karyawan dengan gaji yang masih standar, juga perlu memikirkan investasi terbaik untuk dirinya. Asalkan kebutuhan pokok telah tercukupi dan mampu menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan, Anda bisa berinvestasi. Lalu, investasi dalam bentuk apa yang sesuai untuk Anda? Seperti dikutip dari Buzzle, berikut ini beberapa pilihan investasi yang bisa Anda coba. 
Emas
Mungkin Anda mengetahui bahwa emas merupakan satu-satunya investasi yang tidak berpengaruh pada kemerosotan ekonomi. Justru harga emas tiap tahunnya terus meningkat. Di situlah keuntungannya. Jika Anda mulai membeli emas murni sedikit demi sedikit, akan membawa keuntungan bagi Anda. Pilihlah emas koin atau batangan, bukan emas perhiasan. Karena emas perhiasan akan turun harganya jika dijual kembali.
Tabungan pendidikan
Mengingat biaya pendidikan yang kian lama, kian meningkat, berinvestasi dalam bentuk tabungan sangat dianjurkan. Apalagi, jika Anda telah memiliki keluarga. Tabungan pendidikan sangat membantu Anda dalam biaya pendidikan anak-anak Anda nantinya. Pilihlah bank terpercaya atau bank milik pemerintah untuk menabungkan uang Anda. Dari segi keamanan dan kenyamanan, bank pemerintah lebih aman dibandingkan bank swasta. Jika ada permasalahan pada bank pemerintahan, maka negara akan mempertanggung jawabkan tabungan Anda.
Properti
Investasi properti juga semakin banyak dilirik investor. Banyak ragam dalam memilih investasi properti. Seperti membeli tanah, membeli rumah untuk dikontrakkan atau dijadikan tempat kost. Bagi investor pemula dan ingin mendapatkan hasil dalam jangka pendek, sebaiknya pilih investasi rumah kost yang memang sebelumnya telah dijadikan tempat kost. Karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk membangun kamar per kamar. Pastikan juga, Anda memilih lokasi kost yang strategis.
Saham
           Investasi lainnya adalah saham. Jika Anda belum paham betul tentang seluk beluk pasar modal, sebaiknya sewa orang yang profesional dalam memainkan saham Anda. Bermain saham memang ada risiko tersendiri, tapi jika Anda memilih orang yang tepat dalam permainan saham ini, maka saham yang telah dibeli dapat dikelola dengan baik dan dapat menguntungkan Anda.

Kamis, 12 April 2012

Dasar - dasar Perencanaan E-Business

Pada semester ke 4,, saya mempelajari Mata kuliah E-Business E-Commerce… sekarang saya akan menulis blog yang bersangkutan dengan Mata kuliah E-Business E-Commerce yaitu tentang Dasar - dasar Perencanaaaan E-Business.. Apakah itu E-Business??? E-Business atau Electronic business merupakan kegiatan yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi, dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha.
Salah satu cara untuk memikirkan rencana bisnis adalah sebagai peta jalan untuk pengembangan dan operasi dari e-bisnis Anda. Apa itu Rencana Bisnis?????? Secara formal, rencana bisnis dapat di definisikan sebagai dokumen tertulis yang mengidentifikasi tujuan perusahaan dan menguraikan bagaimana perusahaan bermaksud untuk mencapai tujuan tersebut. Sebuah rencana bisnis biasanya ditulis untuk penciptaan sebuah perusahaan baru di pasar dan ditulis untuk khalayak eksternal, seperti investor, mitra bisnis potensial, atau calon pengelola.
Mengapa anda menulis Rencana Bisnis????? Yang pertama untuk mendapatkan dana, yang kedua untuk mendapatkan sumber daya yang lainnya, yang ketiga untuk merekrut manajemen senior, yang keempat Untuk membuat anda menjadi seorang pemilik bisnis yang baik, yang kelima Untuk membuat pendekatan realistis untuk bisnis anda, dan yang keenam Untuk menjaga jejak anda :  Proses tujuan menulis, objektif, rencana produksi, rencana distribusi, dan laporan keuangan menetapkan target terhadap kinerja aktual yang dapat diukur.
Setelah anda tahu mengapa anda menulis rencana bisnis,,, pastinya anda akan bertanya – Tanya,,, Kapan anda menulis Rencana Bisnis??????? Menurut hasil pencarian saya di sebuah internet,,adalah sebagai berikut :
1. Kasus klasik perlu menulis rencana bisnis adalah ketika sebuah proposisi bisnis baru perlu dibagi dengan orang lain.
2. Rencana bisnis mungkin perlu dilakukan dalam hubungannya dengan proses perencanaan strategis. dan
3. Rencana bisnis diperlukan bila rencana sebelumnya telah mencapai penggunaan-nya oleh tanggal.
Bagaimana rencana e-bisnis berbeda dari rencana bisnis lainnya? Pertama, harus dikatakan bahwa ada kesamaan yang jauh lebih daripada perbedaan. Sebuah bisnis adalah bisnis dan perencanaan adalah rencana, sehingga sebagian besar dari apa yang Anda harapkan untuk melihat dalam rencana bisnis juga akan berada dalam rencana e-bisnis. Selain menambahkan "e" untuk judul, apa yang beberapa perbedaan yang membuat menulis rencana e-bisnis yang berbeda dari menulis rencana bisnis?
a) Internet adalah tidak seperti saluran penjualan lain.
Internet memungkinkan perusahaan untuk mendistribusikan informasi dengan kecepatan cahaya dan hampir nol biaya, untuk memperkenalkan model bisnis baru dan inovatif, untuk mengurangi biaya dan menghasilkan penghematan. Namun, Internet juga menciptakan informasi pasar yang lebih sempurna untuk keuntungan pelanggan, dan membuatnya lebih mudah bagi pesaing untuk menyerang pasar perusahaan. Jadi perbedaan pertama, dan terbesar, dalam e-perencanaan bisnis adalah kebutuhan bagi pengusaha untuk mengenali kemampuan yang berbeda dan unik dari Internet dan mulai berpikir secara berbeda, dan kreatif, tentang peluang dan masalah hadiah Internet.
b) Internet adalah global.
Berada di Web berarti bisnis Anda akan terlihat oleh pemirsa internasional. Ini memperkenalkan kompleksitas untuk pilihan pembayaran (misalnya, menunjukkan harga dalam dolar AS atau mata uang lokal), Saluran distribusi, desain situs Web, dan logistik kembali produk.
c) Etalase web tidak pernah tutup.
Berada di Web berarti toko Anda akan buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu. E-bisnis rencana Anda harus menjelaskan perbedaan dalam Web hosting dan persyaratan layanan pelanggan.
d) E-commerce dilakukan pada kecepatan internet.
Ini berarti bahwa penyebaran situs Web harus direncanakan dalam beberapa bulan, atau bahkan berminggu-minggu, bukan tahun. Pertama-penggerak keuntungan akan hilang jika perusahaan tidak bisa bergerak dengan kecepatan internet, dan bisnis rencana pembaca akan tahu itu.

Kamis, 05 Januari 2012

Wawancara ???!!!

Pada kali ini di tulisan blog saya,, saya akan berbicara tentang Wawancara. Apa yang dimaksud dengan Wawancara??? Menurut Prabowo (1996) Wawancara adalah metode pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka. Selain itu, Wawancara adalah Tanya jawab antara dua pihak atau lebih (narasumber dan pewawancara) untuk memperoleh keterangan, informasi ataupun pendapat mengenai suatu hal dan biasanya dilakukan oleh direksi kepada pelamar, pelanggan, dan lain sebagainya. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Jenis – jenis wawancara :
a)      Wawancara terstruktur: wawancara yang menggunakan serangkaian pertanyaan yang terstandarisasi untuk seluruh pelamar
b)      Wawancara situasional: wawancara terstruktur yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana para pelamar dapat menangani situasi-situasi yang spesifik
c)      Wawancara deskripsi tingkah laku: wawancara dimana para pelamar memberikan contoh-contoh spesifik dari bagaimana mereka melakukan atau menangani berbagai permasalahan pada waktu yang lalu
d)     Wawancara tidak langsung: wawancara yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan umum yang berasal dari pertanyaan-pertanyaan lain yang telah dikembangka
e)      Wawancara stress: wawancara yang didesain untuk menciptakan kegelisahan dan tekanan pada pelamar untuk melihat bagaimana respon orang tersebut
f)       Wawancara panel: wawancara dimana beberapa orang pewawancara mewawancarai seorang pelamar.
Keuntungan dan Kelemahan wawancara :
Keuntungan Wawancara adalah sebagai berikut :
a)      Dapat memotivasi responden.
b)      Dapat menangkap aspek non verbal dari responden saat menjawab.
c)      merupakan salah satu metode terbaik untuk menilai keadaan pribadi.
d)     tidak dibatasi tingkatan umur dan pendidikan subjek.
e)      menjadi metode pelengkap dalam penelitian sosial.
f)       dapat dilakukan bersama sama observasi.
g)      Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan pertanyaan-pertanyaan sesuai situasi yang berkembang.
h)      Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari gerak-gerik dan raut wajah orang yang diwawancarai.
i)        Pewawancara dapat menanyakan kegiatan –kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi.
Selain memiliki keuntungan, wawancara juga memilki kelemahan. Kelemahan Wawancara adalah sebagai berikut :
a)      Penelitit harus memiliki bekal keahlian untuk melakukan wawancara.
b)      Responden dapat berhenti dalam menjawab pertanyaan serta meminta wawancara dihentikan, apabila dia merasa tidak nyaman dengan proses wawancara tersebut.
c)      Jalannya wawancara mudah mengalami distraksi / gangguan.
d)     Penguasaan Bahasa yang sama dengan bahasa responden.
e)      Membutuhkan waktu yang sangat lama, secara relatif mahal dibandingkan dengan teknik lainnya.
f)       Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk melakukan hubungan antar manusia.

Pertanyaan yang digunakan untuk wawancara,adalah sebagai berikut :

a)      Gunakan bahasa yang baik,sopan dan jelas.
b)      Jangan memasukkan pendapat pribadi anda sebagai bagian dari pertanyaan.
c)      Hindari pertanyaan yang panjang dan berbelit-belit.
d)     Jangan menggunakan kata-kata “anda”, “kamu”,”saudara” bila maksudnyaadalah suatu grup dari orang-orang.

Persiapan Wawancara adalah sebagai berikut :

a)      Mengatur pertemuan dengan orang yang akan diwawancarai.
b)      Mengutarakan maksud dari wawancara.
c)      Mengatur waktu untuk wawancara supaya tidak mengganggukerja dari orang yang kita wawancarai.
d)     Membuat jadwal wawancara terlebih dahulu.
e)      Membuat suatu panduan wawancara (interview guide)supaya wawancara dapat berjalan dengan lancar.

Melakukan Wawancara adalah sebagai berikut :

a)      Datanglah tepat waktu

b)      Perhatikan penampilan

c)      Mengenalkan diri terlebih dahulu siapa sebenarnya anda (khususnya nama dan media tempat tempat bekerja)

d)     Menjelaskan tujuan dari wawancara dan hubungan dengan proyek sistem informasi yang sedang dikembangkan.

e)      Mulailah dengan pertanyaan ringan (untuk narasumber yang punya banyak waktu) namun to the point (langsung ke persoalan inti) untuk narasumber tertentu.

f)       Pewawancara harus meninggalkan kesan “menginterogasi” atau terkesan memojokkan narasumber, sehingga menjadikan narasumber seperti terdakwa di persidangan.

g)      Dengarkan dengan baik jawaban yang disampaikan narasumber. Boleh menyela apabila narasumber lari dari topik yang dibicarakan

h)      Menjaga suasana wawancara tetap santai tetapi terarah.

i)        Jangan memotong pembicaraan orang yang diwawancarai.

j)        Jangan membuat asumsi jawaban yang tidak berdasar.

k)      Jangan menggunakan istilah-istilah yang tidak dimengerti

l)        Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan baru yang muncul dari penjelasan narasumber. Sebab, hal ini senanitasa terjadi dalam setiap wawancara.

m)    Setelah seluruh pertanyaan diajukan, jangan lupa memberikan kesempatan kepada narasumber untuk menjelaskan hal-hal yang mungkin belum ditanyakan.

n)      Usai wawancara, sampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber.